Jaringan dan Internet

Mata Pelajaran : Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK)
Kelas/Semester : IX (sembilan) / 2 (dua)
Standar Kompetensi : 2.      Menggunakan Internet untuk memperoleh Informasi
Kompetensi Dasar : 2.1.   Mendemonstrasikan akses internet sesuai dengan prosedur

1.1. Sejarah jaringan komputer

Sejarah jaringan komputer adalah sejarah yang komplex. Sejarah ini melibatkan banyak orang dari semua penjuru dunia pada lebih dari 35 tahun terakhir. Konsep jaringan computer lahir pada tahun 1940-an di Amerika Serikat sebagai proyek  pengembangan computer Model I, di laboratorium Bell dan juga merupakan Group Riset havard Univercity  yang dipimpin oleh Profesor Howard Aiken.

Pada tahun 1950-an institusi-institusi besar mulai menggunakan komputer-komputer mainframe, dimana dijalankan dengan program-program punched card yang dapat melayani  beberapa terminal computer.  Pada saat itu, konsep jaringan dikenal dengan sebutan TSS (Time Sharing System).

Pada akhir 1960-1n dan 1970-an komputer-komputer yang lebih kecil dengan sebutan minicomputer telah diciptakan. Walau bagaimana-pun, minikomputer-minikomputer masih dalam ukuran yang sangat besar dibanding dengan standar modern saat ini. Pada tahun 1977, Apple Computer Company memperkenalkan mikrokomputer, dimana dikenal dengan sebutan MAC. Pada tahun 1981 IBM memperkenalkan PC pertamanya. Mac yang user-friendly, IBM PC yang open-archetecture, dan langkah lebih jauh dari proses “micro-minisasi” dari IC membawahi penyebaran luas dari PC baik di rumah maupun di kantor-kantor.

Pada pertengahan 1980 pengguna PC mulai menggunakan modem untuk berbagi file dengan komputer lain. Hal ini dikenal sebagiai point-to-point, atau komunikasi dial-up. Konsep ini disebar oleh penggunaan komputer yang merupakan pusat dari komunikasi dalam koneksi dial-up. Komputer-komputer ini disebut bulletin boards. Para pengguna akan konek ke bulletin boards, meninggalkan dan mengambil pesan, sebagaimana upload dan download file. Kekurangan dari tipe ini adalah sangat sedikitanya komunikasi langsung dan selanjutnya hanya orang-orang tertentu yang tahu mengenai bulletin board. Pembatasan lain dari bulletin board adalah satu modem per satu koneksi. Jika lima orang terhubung secara simultan, hal ini akan memerlukan lima modem terkoneksi ke lima jalur telepon terpisah.

Jumlah orang yang ingin menggunakan sistem ini berkembang, sistem ini selanjutnya tidak dapat meng-handle kebutuhan yang terus meningkat. Sebagai contoh, bayangkan jika 500 orang ingin terhubung dalam waktu yang bersamaan.

Dari tahun 1960-an ke tahun 1990-an Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD) mengembangkan Wide-Area Networks (WANs) yang besar, dapat dihandalkan untuk militer dan alasan-alasan sains. Teknologi ini berbeda dari komunikasi point-to-point yang digunakan dalam bulletin boards. Hal ini memungkinakan beberapa komputer untuk terhubung secara bersamaan melalui beberapa jalur berbeda. Jaringan itu sendiri akan bisa membedakan bagaimana memindahkan data dari komputer satu ke komputer lain. Satu koneksi dapat digunakan untuk berhubungan dengan banyak komputer pada saat yang bersamaan. Jaringan yang diterapka DoD nantinya akan menjadi jaringan yang mendunia pada saat ini yang disebut Internet.

 

1.2.  Definisi Jaringan Komputer

Dengan berkembangnya teknologi komputer dan komunikasi suatu model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi kini telah diganti dengan  sekumpulan komputer yang terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya, sistem seperti ini disebut jaringan komputer (computer network).

Dengan Jaringan computer akan memungkinkan pemanfaatan secara bersama di antara para pengguna jaringan terhadap file-file data dan aplikasi, saling berkirim pesan, serta memungkinkan diterapkannya Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer, printer, dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel maupun dengan system wireless sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan.

Jadi Jaringan Komputer merupakan sekumpulan computer yang saling terhubung satu sama lain sehingga dapat berbagi sumber daya yang dimilikinya, seperti Printer, CDROM, Share File, ataupun Komunikasi secara elektronik antar computer yang terhubung dalam jaringan tersebut. Hubungan antar computer tersebut dapat menggunakan media kabel. Telepon, gelombang radio, satelit, maupun sinar infra merah (Infra red).

1.3  Macam Jaringan Komputer

 Macam-macam jaringan komputer terdapat dua jenis klasifikasi yaitu berdasarkan teknologi transmisi dan jarak. Secara garis besar, terdapat dua jenis teknologi transmisi  yaitu jaringan broadcast dan jaringan point-to-point

 A.  Macam Jaringan Komputer Berdasarkan teknologi Transmisi

1.   Jaringan broadcast

Jaringan memiliki saluran komunikasi tunggal yang dipakai bersama-sama oleh semua mesin yang ada pada jaringan.Pesan-pesan berukuran kecil, disebut paket, yang dikirimkan oleh suatu mesin akan diterima oleh mesin-mesin lainnya. Field alamat pada sebuah paket berisi keterangan tentang kepada siapa paket tersebut ditujukan. Saat menerima paket, mesin akan mencek field alamat. Bila paket terserbut ditujukan untuk dirinya, maka mesin akan memproses paket itu , bila paket ditujukan untuk mesin lainnya, mesin terserbut akan mengabaikannya.

 2.  Jaringan point-to-point

Jaringan ini terdiri dari beberapa koneksi pasangan individu dari mesin-mesin. Untuk mengirim paket dari sumber ke suatu tujuan, sebuah paket pada jaringan jenis ini mungkin harus melalui satu atau lebih mesin-mesin perantara. Seringkali harus melalui baynak route yang mungkin berbeda jaraknya. Karena itu algoritma rout memegang peranan penting pada jaringan  point-to-point.

Pada umumnya jaringan yang lebih kecil dan terlokalisasi secara geografis cendurung memakai broadcasting, sedangkan jaringan yang lebih besar menggunakan point-to-point.

 B.  Macam Jaringan Berdasarkan Jarak

Macam jaringan berdasarkan jaraknya dapat dibedakan menjadi 3, yaitu Local Area Network (LAN), Metropolitan Area Network (MAN), Wide Area Network (WAN).

Di bawah ini disajikan  Tabel yang  menampilkan klasifikasi sistem multiprosesor berdasarkan ukuran-ukuran fisiknya.

Jarak antar prosesor

Prosesor di tempat yang sama

Contoh

0,1 m

Papan rangkaian

Data flow machine

1 m

Sistem

Multicomputer

10 m

Ruangan

100 m

Gedung

Local Area Network

1 km

Kampus

10 km

Kota

Metropolitan Area Network

100 km

Negara

Wide area Network

1.000 km

Benua

10.000 km

Planet

The Internet

Tabel 1.1 Klasifikasi prosesor interkoneksi berdasarkan jarak

Dari tabel di atas terlihat pada bagian paling atas adalah  dataflow machine, komputer-komputer yang sangat paralel yang memiliki beberapa unit fungsi yang semuanya bekerja untuk program yang sama. Kemudian multicomputer, sistem yang berkomunikasi dengan  cara mengirim pesan-pesannya melalui bus pendek dan sangat cepat. Setelah kelas multicomputer adalah jaringan sejati, komputer-komputer yang bekomunikasi dengan cara  bertukar data/pesan melalui kabel yang lebih panjang. Jaringan seperti ini dapat dibagi menjadi local area network (LAN), metropolitan area network (MAN), dan wide area network (WAN). Akhirnya, koneksi antara dua jaringan atau lebih disebut internetwork. Internet merupakan salah satu contoh yang terkenal dari suatu internetwork.

 1.  Local Area Network (LAN)

LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya, printer, scanner) dan saling bertukar informasi. LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya berdasarkan tiga karakteristik: ukuran, teknologi transmisi dan topologinya.

LAN seringkali menggunakan jenis topologi Bus dan Ring, dengan teknologi transmisi kabel tunggal (Broadcast). LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (mega bit/detik)  dengan delay rendah (puluhan mikro second) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit/detik.

Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server. Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation. Antara dua tipe jaringan tersebut masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan, di mana masing-masing akan dijelaskan.

 a.  Jaringan LAN Client-Server

Pada Jaringan  ini terdapat satu computer yang dijadikan sebagai Server, yaitu komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain  (client) didalam jaringan tersebut. Jadi, client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Server dijaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.

Keunggulan

  • Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain sebagai workstation.
  • Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat seorang pemakai yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
  • Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.

 Kelemahan

  • Biaya operasional relatif lebih mahal.
  • Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.
  • Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.

 2. Jaringan Peer To Peer

Bila ditinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut, maka server di jaringan tipe peer to peer di-istilahkan non-dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.

 Keunggulan

  • Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer.
  • Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server, salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.
  • Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.

 Kelemahan

  • Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah antara server dengan workstation.
  • Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server, karena setiap komputer/peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
  • Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki.
  • Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.

 2.   Metropolitan  Area Network (MAN)

Metropolitan  Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN.  Disebut Metropolitan Area Network (MAN), karena jaringan ini  menjangkah antar wilayah dalam satu propinsi, misalnya Sebuah Bank, katakanlah BRI yang memiliki jaringankomputer di setiap cabangnya akan dapat berhubungan satu sama lain, sehingga nasabahnya dapat melakukan transaksi menyimpan uang, mengambil uang ataupun transaksi lainnya di cabang  manapun juga dalam satu propinsi yang sama.

Teknologi MAN biasanya mampu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. MAN hanya memiliki sebuah atau dua buiah kabel dan tidak mempunyai elemen switching, yang berfungsi untuk mengatur paket melalui beberapa output kabel. Adanya elemen switching membuat rancangan  menjadi lebih sederhana.

Alasan utama memisahkan MAN sebagai kategori khusus adalah telah ditentukannya standart untuk MAN, dan standart ini sekarang sedang diimplementasikan. Standart tersebut disebut DQDB (Distributed Queue Dual Bus) atau 802.6 menurut standart IEEE. DQDB terdiri dari dua buah kabel  unidirectional dimana semua komputer dihubungkan,. Setiap bus mempunyai sebuah head–end, perangkat untuk memulai aktivitas transmisi. Lalu-lintas yang menuju komputer yang berada di sebelah kanan pengirim menggunakan bus bagian atas. Lalulintas ke arah kiri menggunakan bus yang berada di bawah.

3.  Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network  (WAN) mencakup daerah geografis yang luas, sertingkali mencakup sebuah negara atau benua.  WAN terdiri dari kumpulan mesin yang bertujuan untuk mejalankan program-program aplikasi.

JAringan WAN dapat menghubungkan satu computer dengan computer lainnya  dengan menggunakan satelit ataupun kabel bawah laut. Komunikasi dan transformasi data antar computer  dapat dilakukan dari beberapa wilayah/Negara dengan menggunakan  perangkat mesin/computer yang disebut dengan Host.

Host dihubungkan dengan sebuah subnet komunikasi, atau cukup disebut subnet. Tugas subnet adalah membawa pesan dari host ke host lainnya, seperti halnya sistem telepon yang membawa isi pembicaraan dari pembicara ke pendengar. Dengan memisahkan aspek komunikasi murni sebuah jaringan (subnet) dari aspek-aspek aplikasi (host), rancangan jaringan lengkap menjadi jauh lebih sederhana.

Pada sebagian besar WAN, subnet terdiri dari dua komponen, yaitu kabel transmisi dan elemen switching. Kabel transmisi (disebut  juga sirkuit, channel, atau trunk) memindahkan  bit-bit dari satu mesin ke mesin lainnya.

Element switching adalah komputer khusus yang dipakai untuk menghubungkan dua kabel transmisi atau lebih. Saat data sampai ke kabel penerima, element switching harus memilih kabel pengirim untuk meneruskan pesan-pesan tersebut. Sayangnya tidak ada terminologi standart dalam menamakan komputer seperti  ini. Namanya sangat bervariasi disebut paket switching node, intermidiate system, data switching exchange dan sebagainya.

 

            Gambar 1.4 Hubungan antara host-host dengan subnet

 Sebagai istilah generik bagi komputer switching, kita akan menggunakan istilah router. Tapi perlu diketahui terlebih dahulu bahwa tidak ada konsensus dalam penggunaan terminologi ini. Dalam model ini, seperti ditunjukkan oleh gambar di atas,  setiap host dihubungkan ke LAN tempat dimana terdapat sebuah router, walaupun dalam beberapa keadaan tertentu sebuah host dapat dihubungkan langsung ke sebuah router. Kumpulan saluran komunikasi dan router (tapi bukan host) akan membentuk subnet.

Istilah subnet sangat penting, tadinya subnet berarti kumpulan kumpulan router-router dan saluran-sakuran komunikasi yang memindahkan paket dari host host tujuan. Akan tatapi, beberpa tahun kemudian subnet mendapatkan arti lainnya sehubungan dengan pengalamatan jaringan.

Pada sebagian besar WAN, jaringan terdiri dari sejumlah banyak kabel atau saluran telepon yang menghubungkan sepasang router. Bila dua router yang tidak mengandung kabel yang sama akan melakukan komunikasi, keduanya harus berkomunikasi secara tak langsung melalui router lainnya. ketika sebuah paket dikirimkan dari sebuah router ke router lainnya melalui router perantara atau lebih, maka paket akan diterima router dalam keadaan lengkap, disimpan sampai saluran output menjadi bebas, dan kemudian baru diteruskan.

 1.4  Macam Jaringan Komputer

Topologi Jaringan adalah gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen-komponen jaringan, yang meliputi server, workstation, hub dan pengkabelannya. Pola hubungan ini sangat erat kaitannya dengan metode akses dan media pengiriman yang digunakan.

Topologi yang ada sangatlah tergantung dengan letak geofrapis dari masing-masing terminal, kualitas kontrol yang dibutuhkan dalam komunikasi ataupun penyampaian pesan, serta kecepatan dari pengiriman data. Pada topologi jaringan ini, pola hubungan yang digunakan, aliran data, dan strukturnya diimplementasi dari pola hubungan dalam graf dan secara khusus, terdapat topologi yang mengimplementasikan pohon sebagai bentuk khusus graf dalam struktur jaringan.

 Secara umum topologi dapat dikategorikan menjadi 3:

1.  Signal Topologies

Tata letak pada koneksi actual antar nodes pada sebuah jaringan, yang melalui jalur yang diambil sinyal ketika beinteraksi dengan nodes yang lain.

2.  Logical Topologies

Logical Topologi secara definisi memiliki kemiripan dengan Signal Topologies.

Definisi dari Logical Topology adalah jalur yang diambil oleh data, antar nodes dalam jaringan. Sedangkan pada signal topologies didasarkan pada sinyal.

3. Physical Topologies

Tata letak nodes dari sebuah jaringan dan hubungan yang terjadi secara actual(fisik) di antaranya. Misalkan layout dari kabel ,lokasi dari nodes, dan interkoneksi antara nodes dengan kabel pada jaringan.

Physical Topologies diklasifikasikan menjadi beberapa bentuk topologi, yaitu :

1.  Mesh Network (Titik ke titik)

2.  Star Network (Jaringan Bintang)

3.  Bush Network (Jaringan Cincin)

4.  Ring Network   

5.  Tree Network (Jaringan Pohon)

 

A.     Topologi Jaringan Mesh

 Jaringan Mesh ini adalah type jaringan yang paling rumit, karena  setiap computer yang terhubung dalam jaringan ini adalah sebagai Node/Sentral.  Di mana masing-masing nodes dari jaringan terhubung dengan nodes lain dalam jaringan dengan hubungan point to point.

Setiap computer harus menyediakan sejumlah saluran kabel yang dibutuhkan untuk masing-masing node computer lainnya. Jika dalam sebuah Tipologi jaringan Mesh terdiri dari  n-komputer (nodes/sentral), maka  setiap computer yang terhubung dalam jaringan mesh harus menyediakan sebanyak (n-1)  saluran kabel. (n = jumlah computer/node).

Semakin banyak jumlah computer/node, maka akan semakin tinggi tingkat kerumitan dalam jaringan tersebut. Dengan demikian kelemahan  Tipologi Jaringan Mesh  ini secara umum kurang ekonomis dan terlalu mahal dan rumit untuk diterapkan.

 

 
 Gambar Tipologi Jaringan Mesh

 B.  Topologi Jaringan Star (Bintang)

Topologi Jaringan Bintang (Star ) memiliki  satu komputer sebagai node pusat (central) . Setiap komputer dalam jaringan dihubungkan langsung Sehingga menjadikan kontrol terpusat, artinya semua link harus melewati central yang menyalurkan data tersebut kesemua komputer  client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasium primer (server) dan lainnya dinamakan stasiun sekunder (client server). Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server.

 1.  Extended Star

Sebuah tipe tipologi jaringan dimana jaringan yang didasarkan tipologi bintang memiliki lebih dari satu hub/repeater antar nodes cabang dengan node pusat. Repeaters digunakan untuk memperluas jarak maksimum transmisi koneksi point to point antara nodes dengan node pusat yang didukung oleh tenaga transmitter dari node pusat

 2.  Distributed Star:

Tipologi ini terbentuk dari jaringan mandiri yang didasarkan pada tipologi jaringan bintang yang terhubung secara linier Dalam konfigurasi bintang, beberapa peralatan yang ada akan dihubungkan kedalam satu pusat komputer. Kontrol yang ada akan dipusatkan pada satu titik, seperti misalnya mengatur beban kerja serta pengaturan sumber daya yang ada. Semua link harus berhubungan dengan pusat apabila ingin menyalurkan data kesimpul lainnya yang dituju. Dalam hal ini, bila pusat mengalami gangguan, maka semua terminal juga akan terganggu.

Model jaringan bintang ini relative sangat sederhana, sehingga banyak digunakan oleh pihak per-bank-kan yang biasanya mempunyai banyak kantor cabang yang tersebar dipelbagai lokasi. Dengan adanya konfigurasi bintang ini, maka segala macam kegiatan yang ada di-kantor cabang dapatlah dikontrol dan dikoordinasikan dengan baik. Disamping itu, dunia pendidikan juga banyak memanfaatkan jaringan bintang ini guna mengontrol kegiatan anak didik mereka.

Topologi ini dirancang dengan setiap noe (file server, workstation, dan periferal) terhubung secara langsung ke sambungan(hub) jaringan pusat atau disebut juga concentrator.

Data pada sebuah jaringan bintang selalu melalui hub atau concentrator sebelum  menuju sasaran. Hub atau concentrator mengatur dan mengelola seluruh jaringan. Selain itu, hub uga dapat berperan sebagai repeater untuk data flow. Konfigurasi semacam ini biasanya memakai kabel twisted pair. Selain itu bisa juga memakai kabel coaxial ataupun kabel fiber optik.

 Kelebihan Tipologi Star Network

  • Penambahan jumlah saluran hanya dilakukan oleh satu komputer saja sebagai central (server) dengan menggunakan hub.
  • Jaringan tidak mudah terganggu oleh adanya koneksi baru maupun saat adanya computer yang tidak disambung
  • Bila terjadi gangguan pada salah satu saluran/kabel, maka hanya saluran tersebut saja yang mengalami gangguan hubungan dengan server.
  • Mudah mendeteksi gangguan pada jaringan.

 Kekurangan Tipologi Star Network

  • Beban komputer central (server) cukup berat, sehingga memungkinkan terjadinya kerusakan pada komputer server.
  • Jika hub/concentrator gagal berfungsi maka semua jaringan akan terputus.
  • Lebih mahal dengan adanya concentrator

 

  Gambar Tipologi jaringan Star

 C.  Topologi jaringan Bus

Topologi Jaringan Bus menggunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat yang menghubungkan seluruh komputer client dengan komputer server.

 Keuntungan dari topologi Bus ini adalah :

  • Hemat kabel karena hanya memiliki satu jalur utama.
  • Pengembangan jaringan dan penambahan workstation dengan mudah dengan tidak mengganggu workstation lain.

 Kerugian dari topologi ini adalah :

  • Bila terdapat gangguan di sepanjang kabel utama maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
  • Kepadatan pengiriman data akan menghambat kecepatan akses.

 Gambar Topologi Jaringan Bus

 D.  Topologi jaringan Ring

Tipologi jaringan ini memiliki struktur dengan setiap nodes dalam jaringan terhubung dengan kedua nodes yang lain di jaringan dan dengan node pertama dan terakhir saling terhubung satu sama lain, membentuk cincin. Semua data yang ditransmisikan di antara nodes dalam jaringan berjalan dari satu node ke node berikutnya dengan pola sirkuler dan data umumnya lompat sacara searah.

Pada jaringan ini terdapat beberapa Komputer  saling dihubungkan satu dengan lainnya dan pada akhirnya akan membentuk bagan seperti halnya sebuah cincin. Jaringan cincin tidak memiliki suatu titik yang bertindak sebagai pusat ataupun pengatur lalu lintas data, semua simpul mempunyai tingkatan yang sama. Data yang dikirim akan berjalan melewati beberapa simpul sehingga sampai pada simpul yang dituju.

Dalam proses informasi, setiap server dan client akan menerima dan melewati satu komputer ke komputer lainnya. Namun informasi hanya akan diterima  bila sesuai dengan alamat sever/client, bila tidak sesuai, maka informasi tersebut hanya akan dilewatkan.

 Keuntungan dari topologi ini adalah :

  • Hemat kabel.
  • Tidak terjadi tabrakan pengiriman data, seperti pengiriman data pada topologi bus karena data hanya dapat dikirim oleh satu node pada saat yang bersamaan.

Kerugian pada topologi ini adalah :

  • Pengembangan jaringan lebih kaku.
  • Setiap node yang terdapat dalam jaringan akan ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan pada suatu node maka keseluruhan jaringan akan terganggu.

           Gambar Tipologi Jaringan Ring

D.  Topologi jaringan Tree

Tipologi jaringan pohon memadukan karakteristik dari jaringan Bus dan jaringan Star. Jaringan ini terdiri kumpulan workstation berkonfigurasi dengan struktur bintang yang terhubung dengan kabel bus backbone. Jaringan pohon memungkinkan perluasan dari sub jaringan yang telah ada.

Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.

 

 Gambar Tipologi jaringan Tree

Kelebihan Tipologi Tree Network

  • Bila salah satu kabel pada Workstation client putus, maka tidak akan mempengaruhi hubungan Client lainnya dengan sever.
  • Kemudahan dalam penginstalan dan pemeliharaan.

 Kekurangan Tipologi Tree Network

  • Cakupan segmen jaringan tergantung dari jenis kabel yang digunakan.
  • Jika jalur backbone putus, seluruh segmen jaringan akan putus
  • Lebih sulit dimplementasikan dibandingkan dengan tipologi jaringan yang lain.

 1.5  Prinsip Komunikasi Data

Telah disebutkan di muka bahwa Jaringan komputer adalah sekumpulan peralatan komputer yang dihubungkan agar dapat saling berkomunikasi dengan tujuan membagi sumber daya (seperti file dan printer). Jadi dalam sebuah jaringan komputer terjadi suatu komunikasi data. Proses komunikasi data tersebut dapat diilustrasikan dengan gambar berikut ini :

 

 Agar komunikasi data jaringan dapat berfungsi/berjalan,maka dibutuhkan layanan-layanan dan aturan-aturan yang mengatur komunikasi dan layanan-layanan secara umum untuk seluruh sistem jaringan. Aturan-aturan main yang mengatur komunikasi diantara beberapa komputer di dalam sebuah jaringan, disebut dengan Protokol.

ISO (International Standard Organization) membuat aturan baku sebagai prinsip komunikasi data dengan nama model : OSI (Open System Interconnection). Model referensi OSI (Open System Interconnection) menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah komputer berpindah  melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain. Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik, Model ini diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh the International Standards Organization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi protokol internasional yang digunakan pada berbagai layer .

Model ini disebut ISO OSI (Open System Interconnection) Reference Model karena model ini ditujukan bagi pengkoneksian open system. Open System dapat diartikan sebagai suatu sistem yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem-sistem lainnya. Untuk ringkas-nya, kita akan menyebut model tersebut sebagai model OSI saja.

 

        Gambar 2.1. Model Referensi OSI

Di bawah ini akan dijelaskan sedikit uraian tentang 7 macam lapisan OSI :

a.      Lapisan Fisik (Physical), Berupa kabel listrik  beserta rumusan  besaran elektrik lainnya.

b.      Lapisan Link-data,  berupa lapisan yang mengatur arus bit antar peralatan komunikasi.

c.       Lapisan jaringan, berupa lapisan yang membawa paket bit ke tujuan.

d.     Lapisan Transport, yang menjamin transport asi data antar mesin komponen tanpa mempermasalahkan jenis jaringan. Data yang diatur meliputi metode akses sebuah jaringan topologi fisik, tipe kabel, dan kecepatan transfer data.

e.      Lapisan Sesi, yang menengani persiapan, pengelolaan dan pemutusan antar-aplikasi.

f.        Lapisan Presentasi , yang menangani pengubahan representasi data.

g.      Lapisan Aplikasi, yang menangani pengaksesan pemakai.

Gambar 1-17 menjelaskan sebuah contoh tentang bagaimana data dapat ditransmisikan dengan menggunakan model OSI. Proses pengiriman memiliki data yang akan dikirimkan ke proses penerima. Proses pengirim menyerahkan data ke application layer, yang kemudian menambahkan aplication header, AH (yang mungkin juga kosong), ke ujung depannya dan menyerahkan hasilnya ke presentation layer.

Pressentation layer dapat membentuk data ini dalam berbagai cara dan mungkin saja menambahkan sebuah header di ujung depannya, yang diberikan oleh session layer. Penting untuk diingat bahwa presentation layer tidak menyadari tentang  bagian data yang mana yang diberi tanda AH oleh application layer yang merupakan data pengguna yang sebenarnya.

Proses pemberian header ini berulang terus sampai data tersebut mencapai physical layer, dimana data akan ditransmisikan ke mesin lainnya. Pada mesin tersebut, semua header tadi dicopoti satu per satu sampai mencapai proses penerimaan.

 

 Gambar 1.17  Contoh tentang bagaimana model OSI digunakan

Yang menjadi kunci di sini adalah bahwa walaupun transmisi data aktual berbentuk vertikal seperti pada gambar 1-17, setiap layer diprogram seolah-olah sebagai transmisi yang bersangkutan berlangsung secara horizontal. Misalnya, saat transport layer pengiriman mendapatkan pesan dari session layer, maka transport layer akan membubuhkan header transport layer dan mengirimkannya ke transport layer penerima.

 Pada prinsipnya, suatu komunikasi data memerlukan protocol sebagai saluran dan aturan yang mengatur komunikasi antar computer  dalam sebuah jaringan. Ada 5 macam Protokol yang kita kenal  dalam sebuah jaringan computer, yaitu : Ethernet, Local Talk, Token Ring,. FDDI,  dan ATM

 a.     Ethernet

Protocol Ethernet sejauh ini adalah yang paling banyak digunakan, Ethernet menggunakan metode akses yang disebut CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection).

Sistem ini menjelaskan bahwa setiap komputer memperhatikan ke dalam kabel dari network sebelum mengirimkan sesuatu ke dalamnya. Jika dalam jaringan tidak ada aktifitas , maka computer akan mentransmisikan data. Jika ada transmisi lain di dalam kabel, komputer akan menunggu dan akan mencoba kembali transmisi jika dalam jaringan sudah tidak ada aktivitasatau telah bersih dari komunikasi data.

Kadangkala dua buah komputer melakukan transmisi pada saat yang sama, ketika hal ini terjadi, masing-masing komputer akan mundur dan akan menunggu kesempatan secara acak untuk mentransmisikan data kembali. metode ini dikenal dengan koalisi, dan tidak akan berpengaruh pada kecepatan transmisi dari network.

Protokol Ethernet dapat digunakan untuk pada model jaringan Garis lurus , Bintang, atau Pohon . Data dapat ditransmisikan melewati kabel twisted pair, koaksial, ataupun kabel fiber optic pada kecepatan 10 Mbps.

 

b.    LocalTalk

LocalTalk adalah sebuh protokol network yang di kembangkan oleh Apple Computer, Inc. untuk mesin-mesin komputer Macintosh . Metode yang digunakan oleh LocalTalk adalah CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance). Hampir sama dengan CSMA/CD.

Adapter LocalTalk dan cable twisted pair khusus dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa computer melewati port serial. Sistem Operasi Macintosh memungkinkan koneksi secara jaringan peer-to-peer tanpa membutuhkan tambahan aplikasi khusus.

Protokol LocalTalk dapat digunakan untuk model jaringan Garis Lurus , Bintang , ataupun model Pohon dengan menggunakan kabel twisted pair . Kekurangan yang paling mencolok yaitu kecepatan transmisinya. Kecepatan transmisinya hanya 230 Kbps.

  c.      Token Ring

Protokol Token di kembangkan oleh IBM pada pertengahan tahun 1980. Metode Aksesnya melalui lewatnya sebuah token dalam sebuah lingkaran seperti Cincin . Dalam lingkaran token, komputer-komputer dihubungkan satu dengan yang lainnya seperti sebuah cincin. Sebuah Sinyal token bergerak berputar dalam sebuah lingkaran (cincin) dalam sebuah jaringan dan bergerak dari sebuah komputer-menuju ke komputer berikutnya, jika pada persinggahan di salah satu komputer ternyata ada data yang ingin ditransmisikan, token akan mengangkutnya ke tempat dimana data itu ingin ditujukan, token bergerak terus untuk saling mengkoneksikan diantara masing-masing komputer. Protokol Token Ring membutuhkan model jaringan Bintang dengan menggunakan kabel twisted pair atau kabel fiber optic . Dan dapat melakukan kecepatan transmisi 4 Mbps atau 16 Mbps. Sejalan dengan perkembangan Ethernet, penggunaan Token Ring makin berkurang sampai sekarang.

d.     FDDI

Fiber Distributed Data Interface (FDDI) adalah sebuah Protokol jaringan yang menghubungkan antara dua atau lebih jaringan bahkan pada jarak yang jauh

Metode aksesnyayang digunakan oleh FDDI adalah model token . FDDI menggunakan dua buah topologi ring secara fisik. Proses transmisi baiasanya menggunakan satu buah ring, namun jika ada masalah ditemukan akan secara otomatis menggunakan ring yang kedua.

 

e.      ATM

ATM adalah singkatan dari Asynchronous Transfer Mode (ATM) yaitu sebuah protokol jaringan yang mentransmisikan pada kecepatan 155 Mbps atau lebih. ATM mentarnsmisikan data kedalam satu paket dimana pada protokol yang lain mentransfer pada besar-kecilnya paket. ATM mendukung variasi media seperti video, CD-audio, dan gambar. ATM bekerja pada model topologi Bintang, dengan menggunakan Kabel fiber optic ataupun kabel twisted pair . ATM pada umumnya digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih LAN . dia juga banyak dipakai oleh Internet Service Providers (ISP) untuk meningkatkan kecepatan akses Internet untuk klien mereka.

 Kesimpulan untuk Protokol :

Tentang admin

Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik. Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.
Pos ini dipublikasikan di Bahan Ajar dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Jaringan dan Internet

  1. hana maghfira berkata:

    thanks for info it help me and good for my HM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s